Ruwah Desa dalah tradisi yang biasanya dilaksanakan untuk mengenang dan mengirim doa kepada Nenek Moyang. Ruwah juga sering dianggap sebagai bulan baik untuk perayaan tradisi-tradisi yang bersifat adat, semisal Nyadran, Nayub dan lainnya.
Acara Ini dilaksanakan setahun sekali, yang dimana berupa Tasyakuran dengan menyediakan tumpeng. Pada tahun-tahun sebelumnya setelah acara tasyakuran selesai barulah acara inti dimulai, yakni pagelaran Wayang Kulit dan ditutup dengan acara tradisional lainnya. Karena suasana masih “Pandemi Covid-19” pagelaran tersebut ditiadakan.
Tak beda dengan tradisi Ruwah Desa yang ditiadakan tahun ini akibat wabah Covid-19, sebelum acara Tasyakuran dimulai, tradisi pembagian Santunan untuk Adik-adik Yatim/Piatu juga dilaksanakan oleh Kepala Desa Kendalpecabean & jajarannya. Kemudian tradisi Tasyakuran berjalan dan diadakan di Desa Kendalpecabean, dengan di hadiri oleh:
- Kepala Desa Kendalpecabean;
- Sekretaris Desa Kendalpecabean, beserta Perangka Desa;
- BPD;
- LPMD;
- RT dan RW;
- Tokoh Masyarakat, dan;
- Tokoh Agama.
Acara berjalan lancar dan khidmat, semoga tradisi seperti ini akan terus di jalankan oleh penerus Desa yang akan datang.