INFORMASI PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN DESA (IPPD) DESA KENDALPECABEAN TAHUN 2022

Wujud Transparansi dan Pertanggungjawaban Pemerintah Desa kepada Masyarakat

Pemerintah Desa Kendalpecabean, Kecamatan Candi, Kabupaten Sidoarjo menyampaikan Informasi Penyelenggaraan Pemerintahan Desa (IPPD) Tahun Anggaran 2022 sebagai bentuk transparansi dan pertanggungjawaban kepada seluruh masyarakat Desa Kendalpecabean.

IPPD merupakan informasi mengenai pelaksanaan pemerintahan desa selama satu tahun anggaran. Laporan ini memberikan gambaran tentang bagaimana program dan kegiatan desa direncanakan, dilaksanakan, serta bagaimana anggaran desa digunakan untuk mendukung pelayanan pemerintahan, pembangunan, pembinaan masyarakat, pemberdayaan masyarakat, dan penanganan kondisi darurat atau mendesak.

Dengan adanya informasi ini, masyarakat dapat mengetahui arah penggunaan anggaran desa sekaligus ikut melakukan pengawasan dan memberikan saran maupun masukan untuk perbaikan penyelenggaraan pemerintahan desa pada tahun-tahun berikutnya.

RINGKASAN KEUANGAN DESA TAHUN 2022

Berdasarkan laporan realisasi APB Desa Tahun Anggaran 2022, pendapatan Desa Kendalpecabean terealisasi sebesar Rp2.330.074.186,00, sedangkan belanja desa terealisasi sebesar Rp2.419.255.789,00.

Pendapatan tersebut berasal dari:

  • Pendapatan Asli Desa: 500.000,00
  • Pendapatan Transfer: 279.609.156,00
    • Dana Desa: Rp1.131.582.000,00
    • Bagi Hasil Pajak dan Retribusi Daerah: Rp303.365.419,00
    • Alokasi Dana Desa: Rp378.661.737,00
    • Bantuan Keuangan Kabupaten/Kota: Rp466.000.000,00
  • Pendapatan lain-lain: 965.030,00

Secara keseluruhan, realisasi pendapatan mencapai sekitar 100,02% dari anggaran pendapatan Rp2.329.609.156,00.

RINGKASAN REALISASI BELANJA BERDASARKAN BIDANG

  1. Penyelenggaraan Pemerintahan Desa

Anggaran: Rp838.791.851,11
Realisasi: Rp778.990.314,00
Realisasi: 92,87%

Anggaran digunakan antara lain untuk penghasilan dan tunjangan kepala desa serta perangkat desa, jaminan sosial, operasional pemerintahan, BPD, RT/RW, administrasi kependudukan, pendataan profil desa, serta kegiatan perencanaan pemerintahan desa.

Manfaat bagi masyarakat: pelayanan pemerintahan dan administrasi desa dapat terus berjalan, termasuk pelayanan kependudukan, perencanaan desa, serta kegiatan pemerintahan sehari-hari.

  1. Pelaksanaan Pembangunan Desa

Anggaran: Rp1.187.784.070,00
Realisasi: Rp962.626.100,00
Realisasi: 81,04%

Bidang pembangunan menjadi salah satu fokus utama dengan kegiatan pada sektor pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum dan penataan ruang, kawasan permukiman, serta lingkungan hidup.

Beberapa kegiatan yang tercantum antara lain:

  • Penyelenggaraan dan pemeliharaan sarana PAUD/TK/TPA/TPQ;
  • Pembangunan atau peningkatan sarana perpustakaan dan taman bermain;
  • Pelayanan Posyandu dan Pos Kesehatan Desa;
  • Penyuluhan dan pelatihan kesehatan;
  • Pemeliharaan serta pembangunan jalan desa;
  • Peningkatan jalan lingkungan;
  • Pembangunan dan peningkatan prasarana jalan seperti gorong-gorong dan saluran;
  • Pengelolaan lingkungan hidup desa.

Manfaat bagi masyarakat: peningkatan kualitas infrastruktur, akses jalan, layanan kesehatan, fasilitas pendidikan anak, serta lingkungan desa.

  1. Pembinaan Kemasyarakatan

Anggaran: Rp86.464.444,00
Realisasi: Rp53.501.875,00
Realisasi: 61,84%

Kegiatan meliputi pembinaan kebudayaan dan keagamaan, kegiatan/festival desa, dukungan petugas makam atau Modin, pembinaan Karang Taruna dan kegiatan kepemudaan/olahraga, serta pembinaan PKK.

Manfaat bagi masyarakat: memperkuat kebersamaan warga, kegiatan sosial, kebudayaan, keagamaan, kepemudaan, olahraga, dan kelembagaan masyarakat.

  1. Pemberdayaan Masyarakat

Anggaran: Rp220.918.000,00
Realisasi: Rp160.537.500,00
Realisasi: 72,68%

Program pemberdayaan diarahkan pada ketahanan pangan, pertanian dan peternakan, pemeliharaan saluran irigasi, peningkatan kapasitas aparatur desa dan BPD, dukungan UMKM, serta persiapan pembentukan BUM Desa.

Manfaat bagi masyarakat: meningkatkan kemampuan dan kemandirian warga, mendukung ketahanan pangan, mengembangkan UMKM, serta membuka peluang penguatan ekonomi desa.

  1. Penanggulangan Bencana, Keadaan Darurat dan Mendesak

Anggaran: Rp465.209.576,00
Realisasi: Rp463.600.000,00
Realisasi: 99,65%

Anggaran ini digunakan untuk kegiatan penanggulangan bencana serta penanganan keadaan mendesak desa.

Manfaat bagi masyarakat: tersedianya dukungan anggaran ketika desa menghadapi bencana, kondisi darurat, maupun kebutuhan masyarakat yang bersifat mendesak.

 

RINGKASAN PERSENTASE

Dari total anggaran belanja sebesar Rp2.799.167.940,11, terealisasi Rp2.419.255.789,00 atau sekitar 86,44%. Dengan demikian terdapat selisih anggaran sebesar Rp379.912.151,11.

Bidang

Realisasi

Penyelenggaraan Pemerintahan Desa

92,87%

Pelaksanaan Pembangunan Desa

81,04%

Pembinaan Kemasyarakatan

61,84%

Pemberdayaan Masyarakat

72,68%

Penanggulangan Bencana/Darurat/Mendesak

99,65%

Total Belanja Desa

86,44%

Angka tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar anggaran yang direncanakan telah digunakan untuk melaksanakan program dan kegiatan desa sesuai bidangnya.

OUTPUT DAN MANFAAT YANG DIRASAKAN MASYARAKAT

Secara sederhana, hasil atau output dari penyelenggaraan pemerintahan dan penggunaan anggaran desa Tahun 2022 dapat dilihat dari beberapa kelompok kegiatan:

🛣️ Infrastruktur Desa

Pemeliharaan dan pembangunan jalan desa, jalan lingkungan, serta prasarana pendukung seperti gorong-gorong dan saluran menjadi bagian penting dari pembangunan desa.

🏥 Kesehatan Masyarakat

Dukungan terhadap Posyandu, Pos Kesehatan Desa/Polindes, kegiatan penyuluhan kesehatan, sarana kesehatan, Bina Keluarga Balita, dan kegiatan senam desa.

📚 Pendidikan dan Anak

Dukungan untuk PAUD/TK/TPA/TPQ/madrasah nonformal serta pemeliharaan sarana pendidikan dan pengembangan perpustakaan/taman bermain.

🌾 Ketahanan Pangan dan Ekonomi

Program pemberdayaan mencakup ketahanan pangan, pertanian, saluran irigasi, pelatihan teknologi tepat guna, dukungan UMKM, dan persiapan pembentukan BUM Desa.

👥 Kemasyarakatan

Pembinaan Karang Taruna, PKK, kegiatan kebudayaan, keagamaan, olahraga, dan kelembagaan masyarakat.

🚨 Perlindungan dalam Kondisi Darurat

Pemerintah desa juga menyediakan anggaran untuk penanggulangan bencana dan penanganan keadaan mendesak masyarakat.

APA ARTINYA BAGI MASYARAKAT?

IPPD bukan hanya laporan angka. Bagi masyarakat Desa Kendalpecabean, laporan ini merupakan sarana untuk mengetahui ke mana arah pembangunan desa dan bagaimana anggaran desa digunakan.

Masyarakat dapat menggunakan informasi ini untuk:

  1. Mengetahui program yang telah direncanakan dan dilaksanakan pemerintah desa.
  2. Mengetahui besaran anggaran dan realisasi pada masing-masing bidang.
  3. Mengawasi pelaksanaan pembangunan dan pelayanan desa.
  4. Memberikan kritik, saran, dan masukan kepada pemerintah desa.
  5. Ikut menentukan prioritas pembangunan pada tahun-tahun berikutnya.
  6. Mendorong terciptanya pemerintahan desa yang transparan, akuntabel, dan partisipatif.

Dokumen IPPD sendiri menegaskan bahwa informasi tersebut dimaksudkan untuk memberikan ruang terbuka kepada masyarakat dan memperkuat transparansi dalam pelaksanaan pembangunan desa.

PENUTUP

Pemerintah Desa Kendalpecabean menyampaikan IPPD Tahun Anggaran 2022 sebagai bentuk keterbukaan informasi dan pertanggungjawaban kepada seluruh masyarakat.

Ke depan, masukan dan kritik dari masyarakat sangat diperlukan sebagai bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan, pembinaan kemasyarakatan, dan pemberdayaan masyarakat Desa Kendalpecabean.

Mari bersama-sama menjaga transparansi, meningkatkan partisipasi masyarakat, dan membangun Desa Kendalpecabean agar semakin maju, mandiri, dan memberikan manfaat nyata bagi seluruh warga.

Kendalpecabean, 31 Maret 2023
Pemerintah Desa Kendalpecabean

https://heyzine.com/flip-book/151333bca3.html

 

Galeri Gambar

Beri Komentar

Komentar baru terbit setelah disetujui oleh admin.
CAPTCHA Image