PemDes Kendalpecabean - Pemerintah Desa Kendalpecabean, Kecamatan Candi, Kabupaten Sidoarjo, terus mendorong pengembangan potensi usaha masyarakat melalui berbagai kegiatan pemberdayaan. Salah satunya melalui kolaborasi dengan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Terpadu (KKN-T) Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) yang membantu meningkatkan branding dan pemasaran produk jamu sinom milik warga Desa Kendalpecabean.

Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh Tim KKN-T 12 Umsida pada tahun 2021 sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat sekaligus dukungan terhadap pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Kendalpecabean. Program ini berfokus pada penguatan identitas produk, inovasi kemasan, serta pengenalan pemasaran melalui media digital.

Usaha jamu sinom tersebut merupakan milik Wahyuni, salah satu warga Desa Kendalpecabean. Produk jamu sinom yang sebelumnya dipasarkan tanpa identitas atau label khusus kemudian mendapatkan pendampingan dari mahasiswa KKN-T untuk memiliki branding dan label produk yang lebih menarik dan mudah dikenali oleh konsumen.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa membantu merancang logo dan label yang kemudian diaplikasikan pada kemasan produk jamu sinom. Branding tersebut tidak hanya bertujuan mempercantik tampilan produk, tetapi juga memberikan identitas usaha sehingga produk lebih mudah dikenal dan memiliki daya tarik ketika dipasarkan kepada masyarakat.

Selain membantu pembuatan label, mahasiswa KKN-T Umsida juga memberikan edukasi mengenai pentingnya pemasaran digital bagi pelaku UMKM. Informasi mengenai produk jamu sinom tersebut turut diperkenalkan melalui website Desa Kendalpecabean, sehingga masyarakat yang mengakses website desa dapat memperoleh informasi mengenai produk UMKM lokal tersebut.

Mahasiswa juga turut membantu memperluas pemasaran dengan mengenalkan produk jamu sinom kepada sejumlah toko dan warung. Upaya tersebut dilakukan untuk membuka peluang pemasaran yang lebih luas bagi produk buatan warga desa.

Pemilik usaha jamu sinom, Wahyuni, menyampaikan bahwa salah satu kendala yang selama ini dihadapi adalah pemasaran. Keterbatasan dalam melakukan pemasaran secara digital membuat produk yang dihasilkan belum dikenal secara luas. Pendampingan mahasiswa KKN-T menjadi salah satu langkah untuk membantu mengatasi kendala tersebut.

Salah satu anggota KKN-T Desa Kendalpecabean, Nur Cholifah, menjelaskan bahwa tim turut membantu membuat logo untuk memberikan identitas pada produk. Desain logo menggunakan nama Wahyuni sebagai pemilik usaha serta dilengkapi elemen visual yang menggambarkan identitas dan nilai produk.

Melalui kegiatan branding dan pemasaran tersebut, Tim KKN-T 12 Umsida berharap produk jamu sinom milik warga Desa Kendalpecabean dapat semakin dikenal masyarakat dan memiliki peluang pemasaran yang lebih luas. Program ini sekaligus menunjukkan pentingnya pemanfaatan teknologi digital dalam membantu pelaku UMKM meningkatkan daya saing produknya.

Pemerintah Desa Kendalpecabean mengapresiasi pendampingan yang dilakukan mahasiswa KKN-T Umsida sebagai bentuk kontribusi dalam mendukung pengembangan UMKM masyarakat. Kolaborasi antara mahasiswa dan pelaku usaha lokal diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat ekonomi masyarakat serta memperkenalkan berbagai produk unggulan Desa Kendalpecabean.

Dengan adanya branding, label produk, dan dukungan pemasaran digital, usaha jamu sinom diharapkan dapat berkembang secara berkelanjutan dan menjadi salah satu contoh bahwa potensi usaha sederhana di tingkat masyarakat dapat dikembangkan menjadi produk lokal yang memiliki nilai ekonomi dan daya saing lebih baik.(JUN / PemDes Kendalpecabean)

Beri Komentar

Komentar baru terbit setelah disetujui oleh admin.
CAPTCHA Image