Women's Empowerment Through Bouquet Craft Training in Rural Communities
Penulis: Mochamad Junaidi, Ilmi Usrotin Choiriyah
Abstract
General Background: Women's economic empowerment is a strategic pathway to strengthening household welfare and community resilience in rural areas. Specific Background: In Kendalpecabean Village, limited income opportunities for women encouraged the village government to initiate bouquet craft training as a community-based economic activity. Knowledge Gap: Previous studies rarely explain how empowerment processes operate through concrete dimensions at the village level. Aims: This study analyzes women's empowerment in improving the local economy through bouquet craft training. Results: Using a qualitative descriptive approach, the findings show that empowerment was realized through four dimensions: enabling, facilitating, consulting, and collaborating, involving village officials, PKK members, and external partners. Novelty: This study offers an integrated analysis of empowerment dimensions applied to a creative craft-based village program. Implications: The findings suggest that sustainable empowerment requires continuous training, mentoring, and stronger market access to bridge gaps between skills acquisition and economic practice.
Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Pemberdayaan Perempuan Dalam Rangka Meningkatkan Perekonomian Masyarakat Melalui Kerajinan Pembuatan Buket yang dilakukan di Desa Kendalpecabean meliputi beberapa indikator, yaitu:
1. Kemampuan (Enabling)
Pada dimensi ini Desa Kendalpecabean mengadakan kegiatan positif yaitu melakukan pelatihan kerajinan buket dan pelatihan menjahit sarung dan kasur. Agar masyarakat Desa Kendalpecabean tertarik untuk bergabung dalam usaha tersebut, Kepala Desa Kendalpecabean mengadakan sosialisasi kewirausahaan yang mengundang masyarakat untuk berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Kegiatan pelatihan ini diharapkan mampu menyalurkan bakat kreatif dalam bentuk usaha yang menghasilkan keuntungan di samping penghasilan pokok yang masyarakat Desa Kendalpecabean dapatkan.
2. Kelancaran (Facilitating)
Pada dimensi ini Desa Kendalpecabean memfasilitasi pelatihan kerajinan buket dan pelatihan menjahit sarung dan kasur dengan menyediakan alat dan bahan yang diperlukan. Dalam melakukan pelatihan kewirausahaan, Kepala Desa Kendalpecabean mengundang pemateri untuk memberikan pemahaman mengenai tahap-tahap pembuatan buket serta mengenalkan alat-alat dan bahan untuk buket. Kepala Desa juga memastikan agar pelatihan tersebut berjalan dengan lancar.
Akan tetapi, pelatihan kewirausahaan buket yang diselenggarakan di Desa Kendalpecabean tersebut hanya dilakukan sekali saja. Sehingga banyak warga yang belum memahami mengenai tahap pembuatan buket serta warga masih belum bisa mengikuti usaha buket tersebut.
3. Konsultasi (Consulting)
Kepala Desa Kendalpecabean siap menerima keluhan masyarakat jika ada kendala dalam pelatihan pembuatan buket serta pendapat yang diberikan masyarakat untuk menunjang keberhasilan pelatihan tersebut, agar perekonomian masyarakat Desa Kendalpecabean, khususnya ibu-ibu, bisa meningkat.
4. Kerja Sama (Collaborating)
Desa Kendalpecabean bekerja sama dengan perangkat desa, lembaga RT/RW, serta mahasiswa KKN UNTAG agar program pembuatan buket serta pelatihan menjahit sarung dan kasur berjalan dengan lancar dan hasilnya dapat meningkatkan perekonomian masyarakat.
Dalam mengembangkan usaha buket, ibu-ibu melakukan promosi dengan mengadakan pameran bazar dan melalui media sosial. Melalui Instagram, ibu-ibu dapat mempromosikan produk untuk menambah konsumen.
Pelatihan buket sangat bermanfaat, menarik, dan memberikan pengaruh yang positif terhadap kemampuan dan keterampilan masyarakat. Pelatihan buket memotivasi ibu-ibu PKK untuk berwirausaha sehingga dapat dijadikan peluang untuk meningkatkan pendapatan keluarga dan mampu digunakan untuk meningkatkan UMKM yang mendorong perekonomian warga Desa Kendalpecabean.
Penelitian ini juga menemukan bahwa meskipun pelatihan telah memberikan pengetahuan dan keterampilan teknis, tidak semua peserta mampu mengaplikasikannya dalam praktik. Temuan ini mengindikasikan adanya kesenjangan antara teori dan praktik, serta perlunya dukungan yang lebih komprehensif bagi peserta pelatihan.
Penelitian ini memberikan kontribusi pada pengembangan program pemberdayaan perempuan yang lebih efektif dengan menyoroti pentingnya pendampingan berkelanjutan, akses terhadap pasar, dan pengembangan jejaring bisnis.
Dokumen Penelitian
Pemberdayaan Perempuan Melalui Kerajinan Pembuatan Buket