PemDes Kendalpecabean - Pemerintah Desa Kendalpecabean, Kecamatan Candi, Kabupaten Sidoarjo, menerima program inovasi teknologi dari mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Surabaya melalui kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) pada tahun 2023. Salah satu program yang dilaksanakan adalah penerapan Sistem Deteksi Dini Bahaya Banjir Berbasis Internet of Things (IoT) sebagai upaya mendukung kesiapsiagaan masyarakat menghadapi potensi banjir.
Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh mahasiswa KKN UNTAG Surabaya Non-Reguler (NR) 10 dengan mengangkat tema “Pengembangan Potensi Lokal Berbasis Ekonomi Kreatif sebagai Alternatif Pemasukan Tambahan bagi Masyarakat Desa Kendalpecabean”. Program ini merupakan bagian dari pengabdian kepada masyarakat sekaligus penerapan ilmu dan teknologi untuk membantu menjawab permasalahan yang dihadapi masyarakat desa.
Salah satu mahasiswa KKN, Ahmad Baihaqi, di bawah bimbingan Santoso, S.T., M.T. selaku Dosen Pembimbing Lapangan, terlibat dalam perancangan dan pendampingan pembuatan sistem deteksi dini bahaya banjir berbasis IoT. Inovasi tersebut dikembangkan dengan mempertimbangkan kondisi Desa Kendalpecabean yang memiliki potensi mengalami banjir, terutama ketika terjadi hujan dengan intensitas tinggi dan peningkatan debit air sungai.
Sistem yang dikembangkan dirancang untuk membantu memberikan informasi awal kepada masyarakat ketika terjadi peningkatan ketinggian air. Ketika kondisi air sungai mengalami kenaikan hingga mencapai batas tertentu, sistem dapat mengirimkan notifikasi melalui SMS ke telepon seluler, sehingga masyarakat dapat memperoleh informasi tanpa harus melakukan pemantauan langsung ke lokasi sungai.
Selain memberikan manfaat dari sisi peringatan dini, penerapan sistem tersebut juga menjadi sarana pengenalan teknologi kepada perangkat desa dan masyarakat. Mahasiswa memberikan penjelasan mengenai cara kerja perangkat serta melakukan pendampingan agar teknologi yang diterapkan dapat dipahami dan dimanfaatkan secara optimal.
Keunggulan lainnya, perangkat deteksi dini banjir tersebut menggunakan sumber daya mandiri dari baterai dengan dukungan solar cell. Pemanfaatan energi matahari membuat perangkat tidak bergantung langsung pada jaringan listrik rumah warga sehingga lebih fleksibel untuk ditempatkan di lokasi yang membutuhkan pemantauan.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa bersama Dosen Pembimbing Lapangan melakukan presentasi dan pengarahan kepada perangkat Desa Kendalpecabean mengenai mekanisme kerja alat. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah desa dalam mencari solusi berbasis teknologi terhadap permasalahan yang dihadapi masyarakat.
Pemerintah Desa Kendalpecabean memberikan apresiasi terhadap inovasi yang dikembangkan mahasiswa KKN UNTAG Surabaya. Penerapan sistem deteksi dini banjir diharapkan dapat menjadi salah satu langkah awal dalam meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat terhadap potensi banjir serta mendorong pemanfaatan teknologi dalam mendukung pelayanan dan pembangunan desa.
Melalui program tersebut, kolaborasi antara mahasiswa, dosen pembimbing, dan Pemerintah Desa Kendalpecabean menunjukkan bahwa inovasi teknologi dapat dikembangkan untuk menjawab kebutuhan nyata masyarakat. Ke depan, sistem serupa diharapkan dapat terus dikembangkan dan disempurnakan sehingga mampu memberikan manfaat yang lebih optimal dalam mendukung mitigasi dan kesiapsiagaan bencana di Desa Kendalpecabean.(JUN / PemDes Kendalpecabean)